
10th Anniversary Of
Lian Mipro Present : 2 Days Of Rock & Metal Festival 20-21 Februari
2010 @ Parkir Selatan GBK Senayan # More Than 50 Bands # BLACK MAJESTY
(Australian No.1 Power Metal), ROXX, TENGKORAK, BETRAYER, SERINGAI,
JASAD, NOXA, DEAD SQUAD, TRAUMA, LOCOMOTIVE, DREAMER, GELAP, PAPER
GANGSTER,PANIC DISORDER, DEMONI...AC And More.....Daily Pass Rp. 30.000
/ 2 Days Pass Rp. 50.000 / #
Read More
Sabtu, 30 Januari 2010
10th Anniversary Of Lian Mipro Present : 2 Days Of Rock & Metal Festival 20-21 Februari 2010
Selasa, 26 Januari 2010
EVERGREY

Bagi kamu fans progressive metal tentu tidak asing lagi dengan band EVERGREY. Band yang dapat membuat nuansa gelap dan menakutkan disetiap musik mereka. EVERGREY mempunyai ciri khas yang saat ini sulit dicari tandingannya saat ini. Permainan progressive yang diselingi nuansa gothic dan power metal, harmonisasi yang sangat pas dan enak untuk didengarkan. Di dukung dengan kualitas produksi yang bagus di setiap album mereka menjadikan EVERGREY salah satu band progresive terbaik saat ini.Sudah lebih dari 10 tahun EVERGREY berkecimpung di kancah musik. Sejak penampilan mereka di album "The Dark Discovery" tahun 1998. EVERGREY mempunyai "pesona" tersendiri yang membuat fans base band asal (Gothenburg) Swedia ini semakin kuat dan meluas dipenjuru dunia. Itu semua berkat perjuangan keras Tom S. Englund sang vokalis dan gitar untuk mengantarkan EVERGERY di titik paling puncak dalam scene progressive metal.
Sangat menarik membahas tema musik EVERGREY, karena keseluruhan dari album mereka adalah sebuah konsep cerita perjalanan seorang manusia mencari jatidiri dari lingkungan sekitarnya. Sebuah konsep album yang tidak membosankan dan menarik untuk diikuti. Lirik yang dipenuhi dengan tema kegelapan yang menjadi ciri khas dari EVERGREY."The Dark Discovery" bercerita tentang berbagai macam ide. Di beberapa album berikutnya murni konsep album, seperti di album "Recreation Days" (2003) bercerita tentang "reformasi diri", "paranoia dan penculikan oleh alien" di album "In Search Of Truth" (2001), "pelecehan anak, pemujaan dan agama" terdapat di album "The Inner Circle" (2004). Kehebatan tema dialbum EVERGREY, tidak akan berhasil tanpa dukungan "kemampuan" dalam bermusik dan karakter vokal Thomas Englund sendiri. Ya.. karakter vokal Thomas sangat luar biasa, dengan "range" vokal yang khas dan unik dan sangat emosional.
Hampir disetiap album EVERGERY dipenuhi dengan "energi", "kegelapan" dan "melodi indah" yang menyatu dengan permainan keyboard dan piano yang sangat "athmospheric". Sebuah karakter musik yang berkualitas dengan berbagai macam element musik, seperti "depressive doom", "heavy thrash" pada permainan gitar dan sedikit sentuhan "black choirs". Tetapi kesemuanya menyatu dengan nuansa "Dark athmosphere" yang seolah-olah mengingatkan kita pada band progressive Opeth di album Blackwater Park.
INFO :
Genre(s) : Progressive/Power Metal
Lyrical theme(s) :Fear, Darkness, Paranoia, Confusion, Religion
Origin : Sweden (Gothenburg)
Formed in : 1995
Current label : Steamhammer/SPV
Status : Active
Current line-up
Tom S. Englund - Vocals, Guitar (1995-) (Caedes (Swe))
Henrik Danhage - Guitar (2000-) (None, Death Destruction)
Jari Kainulainen - Bass (2007-) (Elias Viljanen, Mess, Stratovarius, Kotipelto, Warmen, Voluspaa)
Rickard Zander - Keyboards (2002-) (Death Destruction)
Jonas Ekdahl - Drums (2003-) (Death Destruction)
Former/past member(s)
*Guitar:
Dan Bronell (1995-2000)
*Bass:
Daniel Nojd (1995-1999, also Vocals)
Michael Håkansson (1999-2006) (Engel (Swe), Mortum (Swe), Embraced, The Forsaken, The Project Hate MCMXCIX, Incapacity)
Fredrik Larsson (2006-2007) (Hammerfall, Crystal Age, None, Cans, Death Destruction)
*Keyboards:
Will Chandra (1995-1998)
Sven Karlsson (1999-2001) (Soilwork, Embraced)
Christian Rehn (Angtoria, Sargoth, Insalubrious, Abyssos)
*Drums:
Patrick Carlsson (1995-2003)
Discography
The Dark Discovery Full-length, 1998
Solitude Dominance Tragedy Full-length, 1999
In Search of Truth Full-length, 2001
Recreation Day Full-length, 2003
I'm Sorry Single, 2003
The Inner Circle Full-length, 2004
A Night To Remember Live album, 2005
A Night To Remember DVD, 2005
Monday Morning Apocalypse Single, 2006
Monday Morning Apocalypse Full-length, 2006
Torn Full-length, 2008
Sumber :
http://www.evergrey.net/
http://www.myspace.com/officialevergrey
http://www.metal-archives.com/ >> search band : EVERGREY
http://en.wikipedia.org/wiki/Evergrey
http://www.metalstorm.ee/bands/band.php?band_id=98&bandname=Evergrey
Read More
Senin, 25 Januari 2010
Armani Exchange Memakai lambang Negara Kita "Garuda Pancasila" Untuk koleksi Pakaiannya ( Ini Penghinaan Atau Kebanggaan Buat Kita )

Armani Exchange Memakai lambang Negara Kita"Garuda Pancasila" Untuk koleksi Pakaiannyayang menjadi permasalahan d sini adalah Armani Exchange Memblur dan merubah lambang 5 sila yang ad dalam dada burung Garuda pancasila..
itu Melanggar Undang-undang No.24 tahun 2009 tentang BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN:
Pasal 57
Setiap orang dilarang:
a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;
b. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Pasal 69
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang:
a. dengan sengaja menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
b. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; atau
c. dengan sengaja menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Berikut sedikit fto dari koleksi pakaian Armani Exchange beserta lambang negara kita "Garuda Pancasila" 


Read More
4 Kesalahan User facebook

Melalui facebook kita bisa mendapatkan banyak hal, tidak hanya yang menyenangkan tetapi juga menyebalkan. Termasuk, bisa melihat bagaimana menyebalkannya sikap pria. Jika Anda ingin tahu hal menyebalkan yang dilakukan pria di Facebook, tengoklah survei yang dilakukan AskMen.com.1. Tidak mencantumkan status hubungan
Seni dari Facebook adalah bisa mengetahui status seseorang apakah masih lajang atau tidak. Jika tidak ada info tersebut, maka bagi Anda yang sedang mengincar pria tersebut akan sedikit bingung dan penasaran. Belum lagi jika, Anda yang memiliki pasangan tetapi dia tidak mencantumkan statusnya. Pasti hal itu bisa mengundang tanda tanya besar dan rasa curiga yang bisa berujung pada masalah.
2. Memblok foto-fotonya
Sebagian orang memblok galeri fotonya di Facebook dengan alasan privasi dan keamanan. Foto-foto tersebut biasanya hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu saja. Nah, jika Anda sedang dekat dengan seorang dan tetap tidak bisa melihat galeri fotonya di Facebook, pasti akan merasa aneh. Hal itu mengesankan ada yang ingin ditutup-tutupinya dari Anda. Apalagi jika Anda sudah berpacaran dan ia tetap tidak ingin galeri fotonya terlihat. Pasti hal itu sangat menyebalkan
3. Mengirimkan pesan pribadi
Banyak user Favebook sering mengirimkan pesan pribadi baik melalui wall atau message, meskipun ia sudah memiliki nomor ponsel wanita yang dikirimkan pesan tersebut. Padahal wanita cenderung berharap dihubungi secara langsung melalui ponsel dari pada pesan melalui Facebook.
4. Melepaskan ‘tag’ foto
Perasaan kesal pasti muncul jika foto dirinya bersama Anda di-’detag’ (melepaskan ‘tag’ atau tidak ingin foto tersebut di akunnya). Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa ia tidak ingin seseorang tahu bahwa Anda pernah menghabiskan waktu bersamanya. Jika ditanyakan hal tersebut, jawaban aman Pasangan anda biasanya, terjadi masalah teknis dengan Facebooknya.
Read More
Sabtu, 23 Januari 2010
Google Ingin Bertahan di China " Setelah Serangan Hacker Cyber China"

Kepala Eksekutif Korporat (CEO) Google, Eric Schmidt mengatakan raksasa mesin pencari itu akan bertahan di China. Namun Schmidt juga menyatakan Google akan memodifikasi pengaturan sensor mesin pencari mereka."Kami menyukai masyarakat China, kami menyukai peluang di sana tapi kami berharap dapat melakukan bisnis dengan cara yang berbeda dari apa yang ada sekarang," ujar Schmidt seperti dikutip laman harian Telegraph.
Sebelumnya, Google mengancam akan menghentikan operasi di China terkait aturan penyensoran yang diterapkan pemerintah China. Google juga mengaku terganggu dengan serangan peretas (hacker) di negeri Panda tersebut.
Schmidt menegaskan perusahaannya akan tetap mengikuti aturan China namun akan membuat sejumlah perubahan mengenai penyensoran mesin pencari mereka. Google kini sedang bernegosiasi dengan pemerintah China terkait hal ini.
Sementara itu, pemerintah China belum memberikan komentar mengenai perundingan itu. Tapi mereka menyatakan bahwa firma internet asing yang beroperasi di China harus tunduk kepada hukum di China.
Perlawanan Google menentang penyensoran mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). AS meminta China menjelaskan dan menyelidiki tuduhan mengenai serangan peretas China ke Google dan upaya pembongkaran sejumlah akun surat elektronik aktivis hak asasi manusia.
Read More
Jumat, 22 Januari 2010
Hacker Bicara "Benteng Online BCA Terlalu Kuat"

Aksi membobol jaringan internet perbankan dianggap cukup mudah, namun tidak demikian dengan jaringan online milik Bank Central Asia, khususnya jaringan layanan transaksi online.
Itulah sebabnya transaksi online perbankan tidak mungkin dengan mudah dibobol oleh hacker. Hal ini membuktikan, pembobolan rekening milik ratusan nasabah di enam bank tersebut bukanlah dilakukan oleh hacker, melainkan dilakukan oleh orang biasa secara manual."Selama ini BCA telah mengunakan token key atau key e-Banking untuk Transaksi online-nya, serta mengunakan koneksi VPN (Virtual Private Network) untuk e-Banking Corporate. Itulah yang menyebabkan keamanan pada transaksi online perbankan, khususnya BCA, dianggap sudah cukup bagus," ujar Moderator White Hacker Yogyafree, Nathan Gusti Ryan kepada okezone, Kamis (21/1/2010).
Menurut Nathan, serangan yang terjadi justru akan berpeluang cukup besar bagi layanan internet banking yang belum mengunakan token key. Jaringan perbankan seperti ini sangat berpeluang untuk dijadikan target hacking melalui penggunaan username dan password akun e-Banking nasabah.
Oleh karena itu, Nathan menghimbau kepada pihak perbankan agar juga menerapkan kebijakan dan menjalankan system pada transaksi e-Banking mengunakan VPN baik untuk corporate maupun untuk personal.
"VPN ini menjamin koneksi akses, dari nasabah ke Server e-Banking, benar-benar aman. Sedangkan pengunaan SSL (Secure Socker Layer) dan Certificate dari lembaga sertifikasi Internasional juga harus digunakan," tandas Nathan.
Pembobolan rekening ratusan nasabah enam bank di Bali ternyata bukan dilakukan oleh hacker. Moderator white hacker Yogyafree ini menganggap pembobolan tersebut dilakukan oleh orang biasa secara manual.
Kasus pembobolan rekening bank mulai ramai. Puluhan nasabah perbankan di Bali mendatangi kepolisian untuk melaporkan adanya penarikan rekening tanpa diketahui pelakunya. Kasus ini mengakibatkan kerugian perbankan sebesar Rp4,1 miliar dari 236 rekening nasabah.
Read More
Kamis, 21 Januari 2010
Siksa Kubur New Album " launcing New Album diundur 21 Februari"

Siksa kubur new albumlaunching album terbaru siksa kubur diundur jadi 21 Februari 2010
Read More
Rabu, 20 Januari 2010
DI BAWAH BENDERA REVOLUSI "Renungan dan catatan BUNG KARNO "

Sekarang ini, sulit ditaksir berapakah kiranya jumlah buku "Dibawah Bendera Revolusi", yang berisi karya-karya Bung Karno, masih beredar di seluruh Indonesia. Mungkin, tidak banyak lagi. Juga sulitlah agaknya menebak-nebak, apakah mudah untuk mendapatkannya secara lengkap, baik dalam toko-buku maupun lewat saluran-saluran lainnya. Sebab, buku ini sudah lama sekali diterbitkan (lebih dari 35 tahun). Di samping itu, selama itu pula, banyak orang merasa takut untuk ketahuan bahwa memilikinya. Sistem politik (dan kebudayaan) Orde Baru telah membikin banyak orang takut atau segan berbicara tentang dirinya, tentang sejarah perjuangannya, dan tentang karya-karyanya. Oleh karenanya, banyak sekali orang (apalagi generasi yang sekarang) yang tidak tahu tentang adanya buku ini. Kalaupun pernah mendengarnya, maka tidak mengetahui isinya. Begitu hebatnya kampanye "de-sukarnoisasi" yang dilakukan secara permanen dan sistematis terhadap sejarah bangsa kita, dan begitu parahnya trauma yang diakibatkan oleh tindakan para pendiri Orde Baru terhadap Bung Karno, sehingga banyak orang tidak berani menyimpan (atau menjual) buku-buku yang berisi karya-karyanya (pidato, ceramah, tulisan dll). Bahkan, konon, tidak sedikit yang terpaksa menyembunyikannya rapat-rapat, membakarnya atau menghancurkannya secara diam-diam. Oleh karenanya, amatlah sulit sekarang ini, untuk bisa mendapatkan buku "Dibawah Bendera Revolusi" ini, baik dikota-kota besar Indonesia, maupun (atau, apalagi!) dikota-kota kecil. Dalam banyak perpustakaan umum maupun perpustakaan universitas dan lembaga-lembaga penting pun, buku ini juga sudah "menghilang" atau dihilangkan.
Setelah sama-sama melampaui masa Orde Baru, maka nyatalah bahwa dalam rangka penghayatan sejarah perjuangan bangsa, dan pendidikan patriotisme dan nasionalisme, atau juga pemupukan moral bangsa dan semangat pengabdian kepada kepentingan rakyat, maka penyebarluasan buku-buku yang memuat ajaran atau gagasan Bung Karno adalah penting sekali. "Dibawah Bendera Revolusi" adalah salah satu di antaranya. Dari buku inilah kita akan dapat menelusuri kembali perkembangan fikiran atau gagasannya yang berkaitan erat dengan problem-problem nasional dan internasional yang terjadi baik sebelum Republik Indonesia diproklamasikan maupun sesudahnya. Dalam buku inilah kelihatan betapa cemerlangnya pemikiran-pemikirannya di bidang politik, betapa agungnya wawasannya di bidang persatuan bangsa, dan betapa besarnya kecintaannya kepada rakyat, dan terutama kepada rakyat "kecil".
BUKU-BUKU BUNG KARNO PERLU DIPERBANYAK
Zaman memang sudah berobah, waktu pun sudah bergulir panjang dan lama. Banyak problem yang dihadapi bangsa Indonesia kita dewasa ini juga jauh berbeda dengan yang dihadapi sebelum berdirinya Orde Baru. Di samping itu, situasi internasional pun sudah berobah, yang mendorong juga terjadinya perobahan-perobahan di Indonesia, termasuk perobahan dalam cara berfikir banyak orang. Namun, ketika membaca kembali karya-karya atau gagasan-gagasan Bung Karno, antara lain yang tertera dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi", maka akan nampaklah bahwa banyak pandangan-pandangannya yang, sekarang ini, masih tetap relevan untuk dijadikan referensi. Dengan kalimat lain, bisalah kiranya dikatakan bahwa banyak pemikiran-pemikiran dasarnya yang masih tetap bisa dijadikan pegangan atau patokan untuk memandang berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa kita dewasa ini. Mengingat itu semuanya, maka terasa sekalilah sekarang ini, betapa pentingnya untuk menerbitkan kembali karya-karya Bung Karno sebanyak mungkin dan juga menyebar-luaskannya. Dengan usaha bersama untuk menyebar-luaskan gagasan-gagasan besar Bung Karno, maka kita akan memberikan sumbangan kepada bangsa untuk :
- Menemukan kembali arah tepat yang perlu bersama-sama ditempuh menuju cita-cita masyarakat adil dan makmur, mengingat bahwa Orde Baru telah membawa bangsa kita ke arah yang sesat selama puluhan tahun
- Membangkitan kembali bangsa, sehingga kesadaran akan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa menjadi pulih kembali, dan terhindar dari perpecahan yang berbau SARA
- Memupuk semangat kerakyatan dan semangat mengabdi kepada rakyat, patriotisme dan nasionalisme (yang tidak sempit)
- Menggugah semangat revolusioner seluruh bangsa, untuk bisa terus memperjuangkan tercapainya cita-cita revolusi 17 Agustus di bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.
Sekarang ini, suasana politik di Indonesia sudah memungkinkan untuk mngumandangkan lagi suara Bung Karno. Setelah kepengapan udara selama lebih dari 32 tahun, bangsa kita butuh menghirup angin segar atau hawa baru. Berbagai karya asli atau gagasan otentik Bung Karno yang bisa disebar-luaskan dalam berbagai bentuk juga akan merupakan vitamin bagi banyak orang untuk melanjutkan revolusi. Karya-karya ini seyogyanya bisa diterbitkan dalam brosur-brosur kecil, sehingga terjangkau oleh banyak orang. Di samping itu, berbagai ceramah atau seminar (atau tukar-fikiran dalam bentuk-bentuk lainnya) perlu bersama-sama digelar sebanyak mungkin di mana-mana.
SUMBER ILHAM YANG TIADA KERING-KERINGNYA
Dalam merenungkan pengalaman selama Orde Baru, maka terasa sekalilah bahwa bagi banyak orang terjadi kekosongan kepemimpinan moral yang berbobot dan kekosongan guru bangsa yang bisa menjadi sumber ilham perjuangan. Dengan tetap menghormati sejumlah tokoh di berbagai bidang yang berhak untuk mendapat penghargaan dan penghormatan, maka patutlah diakui bersama bahwa Bung Karno, bagaimana pun juga, adalah pemimpin bangsa yang terbesar selama ini. Ia besar bukan hanya berkat pandai berpidato atau mengobarkan semangat banyak orang, melainkan (dan, bahkan, terutama sekali!) berkat kebesaran ajaran-ajarannya. Sebagian besar dari ajaran-ajarannya yang penting itu terhimpun dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi".
Sampai akhir tahun 1965, "Dibawah Bendera Revolusi" yang sudah beredar luas terdiri dari dua jilid. Jilid pertama terdiri dari 650 halaman, yang memuat dokumen-dokumen penting karya Bung Karno. Antara lain, yang berjudul :
- Nasionalisme, Islam dan Marxisme
- Indonesia Menggugat
- Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi
- Memperingati 50 tahun wafatnya Karl Marx
- Indonesia versus fasisme
- dll. dll.
Sedangkan jilid kedua (598 halaman), memuat 20 pidato kenegaraan Bung Karno setiap tahun (dalam rangka memperingati 17 Agustus) sejak tahun 1945 sampai 1964. Dalam jilid kedua ini dapat kita baca antara lain :
"Tahun tantangan", "Penemuan kembali Revolusi kita",
"Jalannya revolusi kita",
"Revolusi-Sosialisme Indonesia-Pimpinan Nasional",
"Tahun kemenangan",
"Genta suara Republik Indonesia",
"Tahun Vivere Pericoloso".
Dalam kata pendahuluan buku jilid kedua (diterbitkan 20 Agustus 1964), ketua Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi, H. Mualliff Nasution (pembantu terdekat Bung Karno), menulis antara lain sebagai berikut :
"Seiring dengan tekad bangsa Indonesia untuk mengganyang terus proyek Neo-Kolonialis "Malaysia", khusus untuk jilid kedua ini dihimpun 20 buah pidato 17 Agustus dari Presiden Soekarno, dengan maksud bukan sekadar untuk memudahkan penelitian dan peninjauan kembali jalannya Revolusi Indonesia serta bahan perbandingan kemajuan antara babak yang satu dengan lainnya, tetapi dengan maksud utama, adalah agar himpunan 20 pidato 17 Agustus ini, tetap memberi api baru - memberi dorongan dan kekuatan baru - bahkan menjadi pusaka keramat untuk menjadi bimbingan yang menyeluruh ke arah tujuan Revolusi Indonesia, yaitu terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Panca Sila.
Sesuai dengan penjelasan pada jilid pertama, maka himpunan 20 buah pidato 17 Agustus ini, bukan hanya sekadar untuk penghias lemari-buku dan memperkaya khasanah perpustakaan dengan sebuah buku yang bernilai dokumenter yang menjadi sumber bagi penulisan sejarah Revolusi Indonesia, tetapi adalah agar menjadi pegangan hidup yang senantiasa segar - menjadi sumber ilham yang tiada kering-keringnya - baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang, demikian pula agar menjadi bahan penelitian ilmiah bagi ahli politik, ahli sosiologi, ahli hukum dan lain sebagainya.
Karena itu, persembahan himpunan 20 buah pidato 17 Agustus ini kepada rakyat Indonesia, adalah dengan maksud agar kita semua mempunyai pegangan yang sama menggerakkan Revolusi Indonesia menuju kemenangan" (kutipan habis).
PUSAKA UNTUK MENERUSKAN REVOLUSI
Mengingat besarnya kerusakan-kerusakan yang telah ditimbulkan oleh Orde Baru di berbagai bidang selama lebih dari 32 tahun, maka patutlah kiranya pada kesempatan Peringatan 100 Tahun Bung Karno sekarang ini, seluruh kekuatan pro-reformasi dengan berani - dan dengan lantang pula - bersuara kepada siapa saja bahwa Bung Karno adalah milik bersama seluruh bangsa Indonesia. Seluruh kekuatan pro-reformasi perlu dengan tegas menyatakan bahwa pusaka (warisan) berharga yang berupa ajaran-ajarannya adalah jalan untuk mempersatukan kembali bangsa kita, yang sekarang ini sedang di ambang perpecahan yang serius.
Perlulah diusahakan - dengan berbagai jalan dan bentuk - berkembangnya kesadaran di kalangan sebanyak mungkin golongan dalam masyarakat bahwa gagasan-gagasan Bung Karno (sejak muda sampai wafatnya) adalah demi kepentingan rakyat banyak, demi revolusi menuju masyarakat adil dan makmur. Oleh karenanya, dalam menghadapi situasi politik yang ruwet dewasa ini, ajaran-ajaran Bung Karno dapat dijadikan ikatan bersama untuk menyelesaikan reformasi. Pusaka Bung Karno ini dapat digunakan oleh seluruh kekuatan pro-reformasi untuk meneruskan revolusi, meneruskan pembangunan kekuatan bangsa di berbagai bidang.
Dengan makin dikenalnya ajaran-ajaran Bung Karno secara luas, maka akan makin nyatalah bagi banyak orang bahwa situasi yang diwariskan oleh Orde Baru - dan juga sistem politik yang dilakukan oleh rezim militer selama lebih dari 30 tahun - adalah bertentangan sama sekali dengan ajaran-ajarannya. Pengenalan atau penghayatan secara baik ajaran-ajaran Bung Karno akan memungkinkan bagi banyak orang untuk lebih mengerti mengapa ia telah digulingkan oleh para pendiri Orde Baru dan kekuatan-kekuatan asing (waktu itu). Dengan membeberkan sejarah perjuangannya dan menyampaikan dengan gamblang ajaran-ajarannya, maka banyak orang akan makin yakin bahwa Bung Karno adalah pejuang besar nasionalis yang dimusuhi oleh Orde Baru.
Mungkin saja, bahwa dalam rangka Peringatan 100 Tahun Bung Karno ini, akan muncul suara-suara yang serba negatif terhadapnya. Bahwa ada sikap yang bersifat kritis terhadap kesalahan-kesalahan Bung Karno, adalah wajar, atau bahkan baik. Tetapi, kalau ada orang-orang yang bersikap semata-mata memusuhi ajaran-ajaran Bung Karno dan meniadakan sama sekali jasa-jasanya terhadap perjuangan bangsa, adalah sesuatu yang patut disayangkan! Sebab, ketika kesalahan para pendiri Orde Baru terhadap Bung Karno sekarang ini sudah makin terbelejedi, maka patutlah disayangkan bahwa mereka itu masih mau meneruskan kesalahan-kesalahan itu. (Tentang soal ini ada catatan tersendiri).
MENGANGKAT BUNG KARNO DEMI REKONSILIASI NASIONAL
Agaknya, yang berikut ini bisa kita jadikan renungan bersama. Yaitu : mengangkat kembali Bung Karno bukanlah hanya masalah sejarah. Memang, sejarah tentang Bung Karno telah diusahakan untuk dibikin gelap oleh para pendiri Orde Baru beserta para pendukungnya, yang terdiri dari segala macam orang dan dari berbagai golongan ( bersyukurlah kita, hendaknya, bahwa sekarang ini banyak juga di antara mereka yang sudah mengobah pandangan salah mereka terhadapnya). Tetapi, usaha bersama untuk mengangkat kembali Bung Karno pada tempat yang selayaknya juga merupakan kebutuhan AKTUAL dan URGEN bagi bangsa kita dewasa ini, khususnya dalam merajut kembali kerukunan bangsa dalam rangka rekonsiliasi nasional.
Sebab, perlulah sama-sama kita sadari - dan juga tidak usah kita tutup-tutupi, - bahwa masalah Bung Karno pernah dijadikan sumber pertentangan oleh para pendiri Orde Baru beserta para pendukung setia mereka (yang, sekali lagi, sudah mulai banyak yang berobah). Bung Karno, yang seluruh hidupnya disumbangkan untuk mempersatukan bangsa demi perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan imperialisme - dan membangun Republik Indonesia - telah dijadikan faktor perpecahan bangsa, dan, juga, dalam jangka yang lama sekali. Kesalahan mereka inilah yang sekarang ini harus dibetulkan bersama-sama. Demi persatuan kembali bangsa, demi kerukunan antar-golongan, antar-suku, antar-agama, antar-pandangan politik, maka Bung Karno perlu dijadikan lagi sebagai simbul persatuan.
Dalam kaitan betapa pentingnya Bung Karno sebagai simbul persatuan bangsa adalah menarik untuk dikemukakan dalam tulisan kali ini sikap yang diambil oleh wartawan senior Haji Mahbub Djunaidi, yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-GR/MPRS, pemimpin redaksi suratkabar NU "Duta Masyarakat" (1960-1970), Ketua Umum PWI Pusat (1965-1970) dan Ketua DPP NU (1986). Ketika masa mudanya ia juga menjabat sebagai Ketua Umum yang pertama kali PMII (organisasi mahasiswa di bawah NU) dalam tahun 1960-1967.
Dalam buku "Mahbub Djunaidi, Asal Usul" ( diterbitkan oleh Kompas, 1996) wartawan senior M. Said Budairy (bekas sekjen PWI Pusat dan pimpinan Duta Masyarakat) menulis berbagai aspek tentang perjalanan hidup kawan dekatnya itu, dan juga tentang pandangan atau sikap Mahbub mengenai Bung Karno, Pancasila, Pramoedya Ananta Toer dll. Dalam tulisannya itu, bung Said Budairy antara lain menulis :
"Dalam suatu tulisan di harian Duta Masyarakat Mahbub mengemukakan pendapatnya bahwa Pancasila mempunyai kedudukan yang lebih sublim dibanding Declaration of Independence susunan Thomas Jefferson yang menjadi pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat tanggal 4 Juli 1776, maupun dengan Manifesto Komunis yang disusun oleh Karl Marx dan Friedrich Engels tahun 1874. Tulisan itu dibaca oleh Bung Karno, yang kemudian minta kepada KH Saifudin Zuhri agar Mahbub diajak ke istana" (kutipan habis).
Dalam buku "Sketsa Kehidupan dan surat-surat pribadi sang pendekar pena MAHBUB DJUNAIDI" (1996, penyunting Ridwan Saidi dan Husein Badjerei), ada tulisan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, yang berupa sambutan terhadap terbitnya buku tersebut. Di situ dapat kita baca, antara lain, sebagai berikut :
Bapak H. Mahbub Djunaidi memang salah seorang pendekar Indonesia. Beliau dikenal sebagai pendekar pena, karena ketajaman analisanya atas peristiwa, sementara arah tulisannya tetap bertolak dari keyakinan cita-cita sebagai landasan ideologi. Beliau juga dikenal sebagai pendekar politik dari partai agama melalui lingkungan Nahdlatul Ulama, yang taat kepada azas hablum minannas, yakni hubungan yang setara antara manusia dengan manusia.
Namun di sisi lain, saya juga mengenal Bapak Haji Mahbub Djunaidi oleh sikap ksatrianya yang hampir tidak mungkin ditemui pada siapa pun dalam dekade setelah tujuhpuluhan. Suatu sikap tulus yang mengakui kebenaran ajaran Bung Karno, dengan menamakan sebuah beranda depan rumahnya di Bandung sebagai "Soekarno House". Dan di beranda itulah beliau kerap kali bertukar pikiran dengan para tamu, termasuk sesama pengurus Yayasan Pendidikan Soekarno (Y.P.S.) mengenai Bung Karno dan ajarannya.
Memang Bapak Haji Mahbub Djunaidi adalah Ketua Majelis Pendidikan Yayasan Pendidikan Soekarno, sampai pada akhir hayatnya. Oleh karena itu, saya juga menilai beliau sebagai salah seorang pendekar pelaksana ajaran Bung Karno" (kutipan singkat habis disini).
Beberapa kutipan tentang sikap rekan Mahbub Djunaidi ini (penjelasan : penulis pernah sama-sama menjadi Pengurus PWI Pusat selama periode 1963 sampai September 1965) patutlah kiranya menjadi renungan bagi banyak orang dewasa ini. Mengapa ia, sebagai seorang tokoh Islam dan wartawan terkemuka (yang juga pernah mengemban tugas penting dalam berbagai organisasi yang berafiliasi dengan NU) telah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Pendidikan Soekarno ? Mengapa ia menjadikan bagian depan rumahnya di Bandung sebagai "Soekarno House"? Dan, juga, mengapa ia yakin bahwa ajaran-ajaran Bung Karno perlu dipelajari oleh banyak orang?
Read More
DI BAWAH BENDERA REVOLUSI "Renungan dan catatan BUNG KARNO "

Sekarang ini, sulit ditaksir berapakah kiranya jumlah buku "Dibawah Bendera Revolusi", yang berisi karya-karya Bung Karno, masih beredar di seluruh Indonesia. Mungkin, tidak banyak lagi. Juga sulitlah agaknya menebak-nebak, apakah mudah untuk mendapatkannya secara lengkap, baik dalam toko-buku maupun lewat saluran-saluran lainnya. Sebab, buku ini sudah lama sekali diterbitkan (lebih dari 35 tahun). Di samping itu, selama itu pula, banyak orang merasa takut untuk ketahuan bahwa memilikinya. Sistem politik (dan kebudayaan) Orde Baru telah membikin banyak orang takut atau segan berbicara tentang dirinya, tentang sejarah perjuangannya, dan tentang karya-karyanya. Oleh karenanya, banyak sekali orang (apalagi generasi yang sekarang) yang tidak tahu tentang adanya buku ini. Kalaupun pernah mendengarnya, maka tidak mengetahui isinya. Begitu hebatnya kampanye "de-sukarnoisasi" yang dilakukan secara permanen dan sistematis terhadap sejarah bangsa kita, dan begitu parahnya trauma yang diakibatkan oleh tindakan para pendiri Orde Baru terhadap Bung Karno, sehingga banyak orang tidak berani menyimpan (atau menjual) buku-buku yang berisi karya-karyanya (pidato, ceramah, tulisan dll). Bahkan, konon, tidak sedikit yang terpaksa menyembunyikannya rapat-rapat, membakarnya atau menghancurkannya secara diam-diam. Oleh karenanya, amatlah sulit sekarang ini, untuk bisa mendapatkan buku "Dibawah Bendera Revolusi" ini, baik dikota-kota besar Indonesia, maupun (atau, apalagi!) dikota-kota kecil. Dalam banyak perpustakaan umum maupun perpustakaan universitas dan lembaga-lembaga penting pun, buku ini juga sudah "menghilang" atau dihilangkan.
Setelah sama-sama melampaui masa Orde Baru, maka nyatalah bahwa dalam rangka penghayatan sejarah perjuangan bangsa, dan pendidikan patriotisme dan nasionalisme, atau juga pemupukan moral bangsa dan semangat pengabdian kepada kepentingan rakyat, maka penyebarluasan buku-buku yang memuat ajaran atau gagasan Bung Karno adalah penting sekali. "Dibawah Bendera Revolusi" adalah salah satu di antaranya. Dari buku inilah kita akan dapat menelusuri kembali perkembangan fikiran atau gagasannya yang berkaitan erat dengan problem-problem nasional dan internasional yang terjadi baik sebelum Republik Indonesia diproklamasikan maupun sesudahnya. Dalam buku inilah kelihatan betapa cemerlangnya pemikiran-pemikirannya di bidang politik, betapa agungnya wawasannya di bidang persatuan bangsa, dan betapa besarnya kecintaannya kepada rakyat, dan terutama kepada rakyat "kecil".
BUKU-BUKU BUNG KARNO PERLU DIPERBANYAK
Zaman memang sudah berobah, waktu pun sudah bergulir panjang dan lama. Banyak problem yang dihadapi bangsa Indonesia kita dewasa ini juga jauh berbeda dengan yang dihadapi sebelum berdirinya Orde Baru. Di samping itu, situasi internasional pun sudah berobah, yang mendorong juga terjadinya perobahan-perobahan di Indonesia, termasuk perobahan dalam cara berfikir banyak orang. Namun, ketika membaca kembali karya-karya atau gagasan-gagasan Bung Karno, antara lain yang tertera dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi", maka akan nampaklah bahwa banyak pandangan-pandangannya yang, sekarang ini, masih tetap relevan untuk dijadikan referensi. Dengan kalimat lain, bisalah kiranya dikatakan bahwa banyak pemikiran-pemikiran dasarnya yang masih tetap bisa dijadikan pegangan atau patokan untuk memandang berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa kita dewasa ini. Mengingat itu semuanya, maka terasa sekalilah sekarang ini, betapa pentingnya untuk menerbitkan kembali karya-karya Bung Karno sebanyak mungkin dan juga menyebar-luaskannya. Dengan usaha bersama untuk menyebar-luaskan gagasan-gagasan besar Bung Karno, maka kita akan memberikan sumbangan kepada bangsa untuk :
- Menemukan kembali arah tepat yang perlu bersama-sama ditempuh menuju cita-cita masyarakat adil dan makmur, mengingat bahwa Orde Baru telah membawa bangsa kita ke arah yang sesat selama puluhan tahun
- Membangkitan kembali bangsa, sehingga kesadaran akan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa menjadi pulih kembali, dan terhindar dari perpecahan yang berbau SARA
- Memupuk semangat kerakyatan dan semangat mengabdi kepada rakyat, patriotisme dan nasionalisme (yang tidak sempit)
- Menggugah semangat revolusioner seluruh bangsa, untuk bisa terus memperjuangkan tercapainya cita-cita revolusi 17 Agustus di bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.
Sekarang ini, suasana politik di Indonesia sudah memungkinkan untuk mngumandangkan lagi suara Bung Karno. Setelah kepengapan udara selama lebih dari 32 tahun, bangsa kita butuh menghirup angin segar atau hawa baru. Berbagai karya asli atau gagasan otentik Bung Karno yang bisa disebar-luaskan dalam berbagai bentuk juga akan merupakan vitamin bagi banyak orang untuk melanjutkan revolusi. Karya-karya ini seyogyanya bisa diterbitkan dalam brosur-brosur kecil, sehingga terjangkau oleh banyak orang. Di samping itu, berbagai ceramah atau seminar (atau tukar-fikiran dalam bentuk-bentuk lainnya) perlu bersama-sama digelar sebanyak mungkin di mana-mana.
SUMBER ILHAM YANG TIADA KERING-KERINGNYA
Dalam merenungkan pengalaman selama Orde Baru, maka terasa sekalilah bahwa bagi banyak orang terjadi kekosongan kepemimpinan moral yang berbobot dan kekosongan guru bangsa yang bisa menjadi sumber ilham perjuangan. Dengan tetap menghormati sejumlah tokoh di berbagai bidang yang berhak untuk mendapat penghargaan dan penghormatan, maka patutlah diakui bersama bahwa Bung Karno, bagaimana pun juga, adalah pemimpin bangsa yang terbesar selama ini. Ia besar bukan hanya berkat pandai berpidato atau mengobarkan semangat banyak orang, melainkan (dan, bahkan, terutama sekali!) berkat kebesaran ajaran-ajarannya. Sebagian besar dari ajaran-ajarannya yang penting itu terhimpun dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi".
Sampai akhir tahun 1965, "Dibawah Bendera Revolusi" yang sudah beredar luas terdiri dari dua jilid. Jilid pertama terdiri dari 650 halaman, yang memuat dokumen-dokumen penting karya Bung Karno. Antara lain, yang berjudul :
- Nasionalisme, Islam dan Marxisme
- Indonesia Menggugat
- Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi
- Memperingati 50 tahun wafatnya Karl Marx
- Indonesia versus fasisme
- dll. dll.
Sedangkan jilid kedua (598 halaman), memuat 20 pidato kenegaraan Bung Karno setiap tahun (dalam rangka memperingati 17 Agustus) sejak tahun 1945 sampai 1964. Dalam jilid kedua ini dapat kita baca antara lain :
"Tahun tantangan", "Penemuan kembali Revolusi kita",
"Jalannya revolusi kita",
"Revolusi-Sosialisme Indonesia-Pimpinan Nasional",
"Tahun kemenangan",
"Genta suara Republik Indonesia",
"Tahun Vivere Pericoloso".
Dalam kata pendahuluan buku jilid kedua (diterbitkan 20 Agustus 1964), ketua Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi, H. Mualliff Nasution (pembantu terdekat Bung Karno), menulis antara lain sebagai berikut :
"Seiring dengan tekad bangsa Indonesia untuk mengganyang terus proyek Neo-Kolonialis "Malaysia", khusus untuk jilid kedua ini dihimpun 20 buah pidato 17 Agustus dari Presiden Soekarno, dengan maksud bukan sekadar untuk memudahkan penelitian dan peninjauan kembali jalannya Revolusi Indonesia serta bahan perbandingan kemajuan antara babak yang satu dengan lainnya, tetapi dengan maksud utama, adalah agar himpunan 20 pidato 17 Agustus ini, tetap memberi api baru - memberi dorongan dan kekuatan baru - bahkan menjadi pusaka keramat untuk menjadi bimbingan yang menyeluruh ke arah tujuan Revolusi Indonesia, yaitu terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Panca Sila.
Sesuai dengan penjelasan pada jilid pertama, maka himpunan 20 buah pidato 17 Agustus ini, bukan hanya sekadar untuk penghias lemari-buku dan memperkaya khasanah perpustakaan dengan sebuah buku yang bernilai dokumenter yang menjadi sumber bagi penulisan sejarah Revolusi Indonesia, tetapi adalah agar menjadi pegangan hidup yang senantiasa segar - menjadi sumber ilham yang tiada kering-keringnya - baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang, demikian pula agar menjadi bahan penelitian ilmiah bagi ahli politik, ahli sosiologi, ahli hukum dan lain sebagainya.
Karena itu, persembahan himpunan 20 buah pidato 17 Agustus ini kepada rakyat Indonesia, adalah dengan maksud agar kita semua mempunyai pegangan yang sama menggerakkan Revolusi Indonesia menuju kemenangan" (kutipan habis).
PUSAKA UNTUK MENERUSKAN REVOLUSI
Mengingat besarnya kerusakan-kerusakan yang telah ditimbulkan oleh Orde Baru di berbagai bidang selama lebih dari 32 tahun, maka patutlah kiranya pada kesempatan Peringatan 100 Tahun Bung Karno sekarang ini, seluruh kekuatan pro-reformasi dengan berani - dan dengan lantang pula - bersuara kepada siapa saja bahwa Bung Karno adalah milik bersama seluruh bangsa Indonesia. Seluruh kekuatan pro-reformasi perlu dengan tegas menyatakan bahwa pusaka (warisan) berharga yang berupa ajaran-ajarannya adalah jalan untuk mempersatukan kembali bangsa kita, yang sekarang ini sedang di ambang perpecahan yang serius.
Perlulah diusahakan - dengan berbagai jalan dan bentuk - berkembangnya kesadaran di kalangan sebanyak mungkin golongan dalam masyarakat bahwa gagasan-gagasan Bung Karno (sejak muda sampai wafatnya) adalah demi kepentingan rakyat banyak, demi revolusi menuju masyarakat adil dan makmur. Oleh karenanya, dalam menghadapi situasi politik yang ruwet dewasa ini, ajaran-ajaran Bung Karno dapat dijadikan ikatan bersama untuk menyelesaikan reformasi. Pusaka Bung Karno ini dapat digunakan oleh seluruh kekuatan pro-reformasi untuk meneruskan revolusi, meneruskan pembangunan kekuatan bangsa di berbagai bidang.
Dengan makin dikenalnya ajaran-ajaran Bung Karno secara luas, maka akan makin nyatalah bagi banyak orang bahwa situasi yang diwariskan oleh Orde Baru - dan juga sistem politik yang dilakukan oleh rezim militer selama lebih dari 30 tahun - adalah bertentangan sama sekali dengan ajaran-ajarannya. Pengenalan atau penghayatan secara baik ajaran-ajaran Bung Karno akan memungkinkan bagi banyak orang untuk lebih mengerti mengapa ia telah digulingkan oleh para pendiri Orde Baru dan kekuatan-kekuatan asing (waktu itu). Dengan membeberkan sejarah perjuangannya dan menyampaikan dengan gamblang ajaran-ajarannya, maka banyak orang akan makin yakin bahwa Bung Karno adalah pejuang besar nasionalis yang dimusuhi oleh Orde Baru.
Mungkin saja, bahwa dalam rangka Peringatan 100 Tahun Bung Karno ini, akan muncul suara-suara yang serba negatif terhadapnya. Bahwa ada sikap yang bersifat kritis terhadap kesalahan-kesalahan Bung Karno, adalah wajar, atau bahkan baik. Tetapi, kalau ada orang-orang yang bersikap semata-mata memusuhi ajaran-ajaran Bung Karno dan meniadakan sama sekali jasa-jasanya terhadap perjuangan bangsa, adalah sesuatu yang patut disayangkan! Sebab, ketika kesalahan para pendiri Orde Baru terhadap Bung Karno sekarang ini sudah makin terbelejedi, maka patutlah disayangkan bahwa mereka itu masih mau meneruskan kesalahan-kesalahan itu. (Tentang soal ini ada catatan tersendiri).
MENGANGKAT BUNG KARNO DEMI REKONSILIASI NASIONAL
Agaknya, yang berikut ini bisa kita jadikan renungan bersama. Yaitu : mengangkat kembali Bung Karno bukanlah hanya masalah sejarah. Memang, sejarah tentang Bung Karno telah diusahakan untuk dibikin gelap oleh para pendiri Orde Baru beserta para pendukungnya, yang terdiri dari segala macam orang dan dari berbagai golongan ( bersyukurlah kita, hendaknya, bahwa sekarang ini banyak juga di antara mereka yang sudah mengobah pandangan salah mereka terhadapnya). Tetapi, usaha bersama untuk mengangkat kembali Bung Karno pada tempat yang selayaknya juga merupakan kebutuhan AKTUAL dan URGEN bagi bangsa kita dewasa ini, khususnya dalam merajut kembali kerukunan bangsa dalam rangka rekonsiliasi nasional.
Sebab, perlulah sama-sama kita sadari - dan juga tidak usah kita tutup-tutupi, - bahwa masalah Bung Karno pernah dijadikan sumber pertentangan oleh para pendiri Orde Baru beserta para pendukung setia mereka (yang, sekali lagi, sudah mulai banyak yang berobah). Bung Karno, yang seluruh hidupnya disumbangkan untuk mempersatukan bangsa demi perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan imperialisme - dan membangun Republik Indonesia - telah dijadikan faktor perpecahan bangsa, dan, juga, dalam jangka yang lama sekali. Kesalahan mereka inilah yang sekarang ini harus dibetulkan bersama-sama. Demi persatuan kembali bangsa, demi kerukunan antar-golongan, antar-suku, antar-agama, antar-pandangan politik, maka Bung Karno perlu dijadikan lagi sebagai simbul persatuan.
Dalam kaitan betapa pentingnya Bung Karno sebagai simbul persatuan bangsa adalah menarik untuk dikemukakan dalam tulisan kali ini sikap yang diambil oleh wartawan senior Haji Mahbub Djunaidi, yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-GR/MPRS, pemimpin redaksi suratkabar NU "Duta Masyarakat" (1960-1970), Ketua Umum PWI Pusat (1965-1970) dan Ketua DPP NU (1986). Ketika masa mudanya ia juga menjabat sebagai Ketua Umum yang pertama kali PMII (organisasi mahasiswa di bawah NU) dalam tahun 1960-1967.
Dalam buku "Mahbub Djunaidi, Asal Usul" ( diterbitkan oleh Kompas, 1996) wartawan senior M. Said Budairy (bekas sekjen PWI Pusat dan pimpinan Duta Masyarakat) menulis berbagai aspek tentang perjalanan hidup kawan dekatnya itu, dan juga tentang pandangan atau sikap Mahbub mengenai Bung Karno, Pancasila, Pramoedya Ananta Toer dll. Dalam tulisannya itu, bung Said Budairy antara lain menulis :
"Dalam suatu tulisan di harian Duta Masyarakat Mahbub mengemukakan pendapatnya bahwa Pancasila mempunyai kedudukan yang lebih sublim dibanding Declaration of Independence susunan Thomas Jefferson yang menjadi pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat tanggal 4 Juli 1776, maupun dengan Manifesto Komunis yang disusun oleh Karl Marx dan Friedrich Engels tahun 1874. Tulisan itu dibaca oleh Bung Karno, yang kemudian minta kepada KH Saifudin Zuhri agar Mahbub diajak ke istana" (kutipan habis).
Dalam buku "Sketsa Kehidupan dan surat-surat pribadi sang pendekar pena MAHBUB DJUNAIDI" (1996, penyunting Ridwan Saidi dan Husein Badjerei), ada tulisan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, yang berupa sambutan terhadap terbitnya buku tersebut. Di situ dapat kita baca, antara lain, sebagai berikut :
Bapak H. Mahbub Djunaidi memang salah seorang pendekar Indonesia. Beliau dikenal sebagai pendekar pena, karena ketajaman analisanya atas peristiwa, sementara arah tulisannya tetap bertolak dari keyakinan cita-cita sebagai landasan ideologi. Beliau juga dikenal sebagai pendekar politik dari partai agama melalui lingkungan Nahdlatul Ulama, yang taat kepada azas hablum minannas, yakni hubungan yang setara antara manusia dengan manusia.
Namun di sisi lain, saya juga mengenal Bapak Haji Mahbub Djunaidi oleh sikap ksatrianya yang hampir tidak mungkin ditemui pada siapa pun dalam dekade setelah tujuhpuluhan. Suatu sikap tulus yang mengakui kebenaran ajaran Bung Karno, dengan menamakan sebuah beranda depan rumahnya di Bandung sebagai "Soekarno House". Dan di beranda itulah beliau kerap kali bertukar pikiran dengan para tamu, termasuk sesama pengurus Yayasan Pendidikan Soekarno (Y.P.S.) mengenai Bung Karno dan ajarannya.
Memang Bapak Haji Mahbub Djunaidi adalah Ketua Majelis Pendidikan Yayasan Pendidikan Soekarno, sampai pada akhir hayatnya. Oleh karena itu, saya juga menilai beliau sebagai salah seorang pendekar pelaksana ajaran Bung Karno" (kutipan singkat habis disini).
Beberapa kutipan tentang sikap rekan Mahbub Djunaidi ini (penjelasan : penulis pernah sama-sama menjadi Pengurus PWI Pusat selama periode 1963 sampai September 1965) patutlah kiranya menjadi renungan bagi banyak orang dewasa ini. Mengapa ia, sebagai seorang tokoh Islam dan wartawan terkemuka (yang juga pernah mengemban tugas penting dalam berbagai organisasi yang berafiliasi dengan NU) telah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Pendidikan Soekarno ? Mengapa ia menjadikan bagian depan rumahnya di Bandung sebagai "Soekarno House"? Dan, juga, mengapa ia yakin bahwa ajaran-ajaran Bung Karno perlu dipelajari oleh banyak orang?
Read More
Selasa, 19 Januari 2010
Konser Sepultura Di Jakarta Diundur

Konser band trash metal Sepultura yang dijadwalkan digelar di Jakarta, 4 Desember 2009, diundur. PT Sebelas April Lian Mipro selaku promotor konser me“Karena ada dua negara (di Asia) yang batal. Jadi schedulenya (diundur) Februari atau Maret (2010),” ujar Direktur PT Sebelas April Lian Mipro Ucok Nasution.
Ucok mengatakan pembatalan konser di dua negara Asia tersebut membuat pihak Sepultura harus berhitung kembali mengenai biaya produksi. Sebab, jika konser tetap diadakan sesuai jadwal, biayanya akan membengkak.
Menurut Ucok, kepastian waktu konser Sepultura akan didapat pihaknya dari agen Sepultura pekan depan. Ucok juga memastikan Sepultura akan tetap datang ke Jakarta.
“Menurut pihak Sepultura, Indonesia akan menjadi prioritas untuk Februari atau Maret mendatang,” tegas Ucok. Ucok mengaku pihaknya sudah membayarkan tiket pesawat untuk Sepultura ke Jakarta.
Menurut Ucok, saat ini pihak Sepultura masih menyesuaikan jadwal untuk konser di Indonesia, Malaysia, dan India.
Akibat pengunduran tersebut PT Sebelas April Lian Mipro memperpanjang penjualan tiket pre-sale sampai 15 Januari. Sementara bagi orang yang ingin mengembalikan tiket yang sudah dibeli, Ucok mengatakan pihaknya akan mengembalikan uang orang tersebut.
Meski diundur, Ucok mengatakan harga tiket tetap sama dengan yang mereka promosikan sebelumnya. Harga tiket untuk festival dijual Rp 300 ribu. Untuk tribun samping, harga tiket Rp 200 ribu dan tribun tengah Rp 250 ribu.
Sepultura adalah band trash metal asal Brasil yang terbentuk pada 1984. Setelah berganti-ganti personel, Sepultura saat ini digawangi Derrick Green pada vokal, Andreas Kisser pada gitar, Paulo Jr pada bass, dan Jean Dolabella pada drum. Menurut Wikipedia, Sepultura telah menjual lebih dari 15 juta keping album.
Sepultura bakal menggelar konser di Indonesia dalam rangkaian promo album terbaru mereka yang ke-11, A-Lex. Konser tersebut merupakan bagian dari Sepultura A-Lex World Tour. Sepultura sendiri pernah membakar Jakarta dan Surabaya pada 1992.
Read More
IMMOLATION brand new track posted online

Based death metal legends IMMOLATION recently posted the brand new song "The Purge" on their official Myspace page. The track comes off their Nuclear Blast debut, Majesty and Decay, set for release on March 5th (Europe) and March 9th (N. America).
Bassist/vocalist Ross Dolan commented: "It was a unanimous decision to choose 'The Purge' as the first song off of Majesty and Decay to debut to the world. It is the first song on the record and we think it really sets the tone for the rest of the album. 'The Purge' is an extremely aggressive and angry song that really has so many elements to it, and it is the perfect opening track as well because it takes the listener through some of the many moods and feelings contained within the album. It is a very extreme song in many ways and showcases all of the classic IMMOLATION elements.
Lyrically the song takes the concept we started developing on 'World Agony' and expands upon it, taking it to the next level in a very extreme way. We really liked the idea behind 'World Agony', so when we began the process of writing lyrics for the new record while in the studio, I had the title and a loose concept for 'The Purge' and we added to it. �The Purge� is a condemning song that takes an ugly look at mankind and forces us to open our eyes and accept responsibility for our actions. It is a very dark song with lots of emotion that I think will grab the listener right from the opening notes."
IMMOLATION, recently entered Millbrook Sound Studios in New York with longtime producer Paul Orofino. Mixing duties were handled this time by Zack Ohren (DECREPIT BIRTH, SUFFOCATION, ALL SHALL PERISH). Cover art was created by P�r Olofsson (THE FACELESS, IMMORTAL, ABYSMAL DAWN).
Catch IMMOLATION as direct support to NILE on the �Those Whom The Gods Detest Tour� in January/February
NILE, IMMOLATION, KRISIUN, DREAMING DEAD
01/15/10 Sonar � Baltimore, MD
01/16/10 The Palladium � Worcester, MA
01/17/10 The Trocadero � Philadelphia, PA
01/18/10 The Blender Theater at Gramercy � New York, NY
01/20/10 Peabody�s � Cleveland, OH
01/21/10 Metro / Smart Bar � Chicago, IL
01/22/10 Rave � Milwaukee, WI
01/23/10 Station 4 � St. Paul, MN
01/24/10 The Beaumont Club � Kansas City, MO
01/25/10 Bluebird Theater � Denver, CO
01/27/10 El Corazon � Seattle, WA
01/28/10 Hawthorne Theater � Portland, OR
01/29/10 The Boardwalk � Orangevale, CA
01/30/10 Slim�s � San Francisco, CA
01/31/10 House of Blues � San Diego, CA
02/02/10 House of Blues � Hollywood, CA
02/03/10 House of Blues � Las Vegas, NV
02/04/10 U.B.�s Bar � Mesa, AZ
02/05/10 The Rock � Tucson, AZ
02/06/10 Gator�s � Farmington, NM
02/08/10 House of Rock � Corpus Christi, TX
02/09/10 Scout Bar � San Antonio, TX
02/10/10 Scout Bar � Houston, TX
02/11/10 Trees � Dallas, TX
02/12/10 Marquee � Tulsa, OK
02/13/10 Headliner�s Music Hall � Louisville, KY
02/14/10 Jaxx � W. Springfield, VA
02/16/10 Gil�s Bar & Grill � Virginia Beach, VA
02/17/10 The Masquerade � Atlanta, GA
02/18/10 Amos Southend � Charlotte, NC
02/19/10 Volume 11 � Raleigh, NC
02/20/10 Music Farm � Charleston, SC
Read More
Barren Earth Reveal Tracklisting for Debut Record, “Curse of the Red River"

Finland’s up-and-coming prog/death supergroup, BARREN EARTH, has revealed the tracklist for their debut full-length record, Curse of the Red River, due out in the US on April 6, courtesy of Peaceville Records. Curse of the Red River is the follow up to BARREN EARTH’s debut EP, Our Twilight, which hit stores last November.The tracklist for Curse of the Red River is…
1. The Curse Of The Red River (7:52)
2. Our Twilight (5:27)
3. Forlorn Waves (4:39)
4. Flicker (6:42)
5. The Leer (4:56)
6. The Ritual Of Dawn (6:34)
7. Ere All Perish (5:54)
8. Cold Earth Chamber (5:34)
9. Deserted Morrows (6:50)
BARREN EARTH is:
Mikko Kotamäki – Vocals (Swallow The Sun)
Olli-Pekka Laine – Bass (Ex-Amorphis, Mannhai)
Kasper Mårtenson –Keyboards (Ex-Amorphis, Ben Granfelt Band)
Janne Perttilä – Guitar (Rytmihäiriö)
Marko Tarvonen – Drums (Moonsorrow)
Sami Ylisirniö – Guitar (Kreator, Waltari)
Read More
Asal Mula Nama Google

Pastinya para pembaca sudah sangat kenal degan nama Google. Mesin pencari ini memang sangat familiar dengan para pengguna internet. Mulai dari fasilitas mesin pencari yang sangat cepat, google map, google mail, google translate dan banyak lainnya pastinya anda pernah menggunakannya. Tapi apakah anda tau asal mula kata Google?Pada tahun 1996 Larry Page dan Sergey Brin membuat sebuah mesin pencari yang mereka sebut dengan nama “BackRub” nama ini berasal dari istilah “Back Link”. Namun pada bulan September 1997 terjadi pembicaraan untuk membahas kemungkinan nama yang baru untuk mesin pencari yang lebih canggih.
Universitas Stanford tempat Google dilahirkan tepatnya di Kantor Lary Page terjadi pembicaraan serius tentang permasalahan ini. Sean Anderson salah satu karyawan Lary Page kemudian mengusulkan nama “googolplex”. Kemudian Lary Page merespon kata itu dengan menyingkat menjadi googol. Googol sendiri memiliki arti sebuah angka yang sangat besar.
Kemudian Lary Page duduk di depan komputer dan mencoba melakukan pengecekan ketersediaan nama nomain Googol untuk didaftarkan. Namun Lary Page salah mengeja dan mengetik nama “google.com” alamat tersebut memang tersedia. Ternyata Lary Page suka dengan nama Google itu, beberapa jam setelah itu Lary Page mendaftarkan nama google.com atas nama dirinya dan Sergey Brin. Nama google.com tercatat pada tanggal 15 September 1997
Read More
Senin, 18 Januari 2010
Bolham Tertua Di Dunia


Bohlam tertua di Dunia telah menyala hingga 109 tahun. Tidak heran muncul fans club yang beranggotakan ribuan orang dan bahkan Bohlam tersebut mempunyai website sendiri Nama bohlam tersebut adalah The Centennial Light. Bohlam tersebut terpasang di Kantor Pemadam Kebakaran Fire Station 6, di Livermore, California Utara.
Bohlam berkekuatan 4 watt tersebut didesain oleh Adolphe Chailet dan dinyalakan sejak tahun 1901 berarti usianya sekarang sekitar 109 tahun. Rahasia keawetan bohlam tersebut adalah pembuatannya dengan cara tradisional yang unik. Bohlam ini bahkan pernah ditawar seharga $ 5.000,- tetapi tidak diberikan dengan alasan historisnya.
Read More



